Kamis, 03 Oktober 2013

Letjen TNI Loedewijk F. Paulus

Panglima Komando Gabungan Pengamanan KTT APEC, Letjen TNI Loedewijk F. Paulus, mengatakan helipad yang baru-baru ini dibangun khusus untuk Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, juga akan digunakan oleh para pemimpin dunia lainnya saat KTT APEC digelar. Ini mengingat keterbatasan jumlah helipad yang tersedia di kawasan Nusa Dua.

Hal itu diungkap Loedewijk saat ditemui media usai memberikan keterangan pers soal persiapan terakhir KTT APEC di Bali Nusa Dua Convention Center, pada Kamis 3 Oktober 2013. Loedewijk membantah helipad senilai Rp2 miliar itu hanya boleh digunakan Obama saja.

"Helipad itu disiapkan untuk seluruh pemimpin negara APEC. Fasilitas ini kan jumlahnya memang terbatas di Nusa Dua. Kami hanya memiliki beberapa," ujar Loedewijk.

Loedewijk menambahkan beberapa helipad juga ada yang diperbesar ukurannya karena alutsista helikopter yang dimiliki militer Indonesia juga besar.

"Kami bahkan memiliki helikopter NI71 yang bisa mengangkut satu peleton. Jadi apa bedanya dengan helikopter Chinook milik mereka?" ujar Loedewijk.

Dia juga menambahkan untuk mengamankan jalannya perhelatan APEC, pihaknya memboyong semua personil dari unsur TNI dan Polri. Kemudian dibentuk sebuah pasukan komando gabungan keamanan.

Loedewijk membagi pengamanan menjadi dua unsur yakni laut dan darat. Di laut, pihaknya telah menyiapkan beberapa kapal laut yang bersiaga di beberapa perairan.

Sementara untuk unsur darat, pihaknya membagi ke dalam tiga ring. Loedewijk menyebut nanti secret service Obama akan menyatu dengan sistem pengamanan ring satu di Indonesia.

"Kami juga sudah beberapa kali rapat dan bertemu dengan pihak secret service AS. Mereka meminta untuk disediakan pesawat surveilance dan kami penuhi," kata dia.

Kendati merupakan tim pengaman dari negara adidaya, namun Loedewijk tetap menerapkan batasan kepada pasukan pengamanan Negeri Paman Sam. Pembatasan itu terkait dengan jenis senjata yang boleh dibawa oleh personil secret service mereka.

"Kami membatasi hanya senjata-senjata kecil seperti pistol yang boleh dibawa. Ada suatu perjanjian yang membahas soal itu," imbuhnya.

Untuk mencegah adanya pemimpin negara yang tiba-tiba sakit, Loedewijk juga sudah menyiapkan beberapa helikopter untuk kepentingan darurat.

Ditanya soal ancaman demo saat puncak pertemuan APEC digelar, Loedewijk menghimbau agar beberapa pihak yang berniat menggelar unjuk rasa agar membatalkan niat itu.

"Saya himbau supaya kita dapat menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia bisa jadi tuan rumah yang baik, sehingga jangan ada kesan bahwa di sini tidak aman. Penyelenggaraan APEC ini berpengaruh terhadap perekonomian daerah," kata dia.